Semarang, 27 Mei 2026 — Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang memaknai Hari Raya Idul Adha 1447 H bukan sekadar sebagai perayaan ibadah kurban, tetapi juga sebagai momentum refleksi untuk memperkuat nilai pengorbanan, integritas, solidaritas sosial, dan komitmen terhadap penegakan hukum yang berkeadilan.
Dekan Fakultas Hukum UNTAG Semarang, Dr. Edi Pranoto, SH., M.Hum., menegaskan bahwa semangat Idul Adha memiliki relevansi yang sangat kuat dengan dunia pendidikan hukum maupun praktik penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, profesi hukum menuntut kejujuran, tanggung jawab, keberanian moral, serta kesediaan berkorban demi tegaknya keadilan di tengah masyarakat.
“Idul Adha mengajarkan bahwa pengorbanan bukan sekadar ritual, melainkan laku moral. Dalam pendidikan hukum, pengorbanan berarti kesediaan untuk jujur, disiplin, rendah hati, dan berpihak pada kebenaran. Sedangkan dalam penegakan hukum, pengorbanan berarti keberanian menolak penyalahgunaan wewenang dan konsisten memperjuangkan keadilan,” ujar Dr. Edi Pranoto.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan misi pendidikan tinggi hukum yang tidak hanya berorientasi pada kecakapan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, moralitas, dan kepekaan sosial mahasiswa sebagai calon penegak hukum di masa depan.
Dalam pandangan Fakultas Hukum UNTAG Semarang, Idul Adha menjadi pengingat penting bahwa ilmu hukum harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Nilai kurban mengajarkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada kelompok masyarakat yang lemah dan membutuhkan perlindungan hukum.
Karena itu, pendidikan hukum tidak boleh berhenti pada aspek teoritis semata, melainkan harus hadir secara konkret dalam menjawab berbagai persoalan hukum dan sosial yang berkembang di masyarakat.
Sebagai institusi pendidikan tinggi hukum, Fakultas Hukum UNTAG Semarang saat ini menyelenggarakan Program Sarjana Ilmu Hukum, Program Magister Hukum, Program Doktor Ilmu Hukum, dan Program Magister Kenotariatan. Seluruh program tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan berdaya saing dalam berbagai profesi hukum, baik sebagai akademisi, praktisi hukum, notaris, konsultan hukum, maupun pejabat publik.
Selain itu, Fakultas Hukum UNTAG Semarang juga menegaskan pentingnya membangun budaya akademik yang berlandaskan keikhlasan, tanggung jawab, serta integritas ilmiah. Melalui semangat Idul Adha, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan diharapkan mampu meneladani nilai pengorbanan dengan mengabdi secara tulus, menjaga etika akademik, serta membangun lingkungan pendidikan yang santun, kritis, dan berkeadilan.
Di sisi lain, Idul Adha juga dinilai mengandung pesan sosial yang sangat kuat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Distribusi daging kurban mencerminkan nilai solidaritas dan keadilan sosial yang menjadi bagian penting dalam cita hukum nasional.
Fakultas Hukum UNTAG Semarang berpandangan bahwa hukum yang baik bukan hanya hukum yang tertulis dalam peraturan perundang-undangan, tetapi juga hukum yang hidup melalui keberpihakan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan keadilan.
Melalui momentum Idul Adha 1447 H ini, Fakultas Hukum UNTAG Semarang mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk memperkuat komitmen kebangsaan, membangun moralitas publik, serta meneguhkan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
## Tentang Fakultas Hukum UNTAG Semarang
Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang merupakan penyelenggara pendidikan tinggi hukum yang memiliki Program Sarjana Ilmu Hukum, Program Magister Hukum, Program Doktor Ilmu Hukum, dan Program Magister Kenotariatan yang seluruhnya terakreditasi Unggul. Fakultas ini berkomitmen melahirkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika hukum serta kebutuhan masyarakat.
